Text
Ekoteologi Islam Konsepsi dan Implementasi
Kerangka ekoteologi Islam berangkat dari lima prinsip utama, yakni: tauhid, khalifah, amanah, 'adl, dan mizān. Tauhid menolak fragmentasi antara Tuhan, manusia, dan alam. Seluruh ciptaan berada dalam satu jaringan kosmik yang sakral. Eksploitasi alam adalah bentuk penolakan terhadap ayat-ayat Tuhan (Nasr, 1997). Khalifah menegaskan mandat manusia sebagai pengelola bumi dengan akal dan etika, bukan sebagai penguasa absolut (Foltz, 2006). Amanah mencerminkan tanggung jawab kosmik. Manusia menerima beban moral untuk memelihara kehidupan, dan pengkhianatan amanah berarti pengkhianatan terhadap Tuhan (Ibrahim, 2003). 'Adl menuntut keadilan ekologis. Eksploitasi sumber daya tanpa mempertimbangkan generasi mendatang adalah bentuk ketidakadilan struktural (Izzi Dien, 2000). Dan mīzān menekankan keseimbangan sebagai hukum ilahi. Krisis iklim adalah bukti nyata pelanggaran terhadap prinsip ini (Saniotis, 2012).
| B0004471 | 297.2 NAS e | Perpus PUSDAI | Tersedia |
| B0004472 | 297.2 NAS e | Perpus PUSDAI | Tersedia |
| B0004473 | 297.2 NAS e | Perpus PUSDAI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain